Beranda Pendiri
Profil Sistem Pendidikan Fasilitas Galeri Photo Informasi Buku tamu Kontak Peta Situs

 

25 Do'a
dari
Al Qur'an
 
Kitab Kajian Islam
 
 
:: Mutiara
Al Qur'an
"Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang berilmu di antara kalian"
(QS. Al-Mujadalah: 11)

Al Hadits
Agama itu adalah nasehat, bagi Allah, KitabNya, Rasulnya, Imam-imam Muslimin dan bagi Muslimin umumnya.
(Muslim)

 
 
UMAT BERTANYA ULAMA MENJAWAB

Pertanyaan:
Pada malam hari bulan Ramadhan seseorang mengadakan hubungan suami-istri, lalu lupa mandi besar sampai datang waktu Subuh. Apakah puasanya sah?
-

Jawaban:
Dalam kitab Shahih Bukhari dijelaskan sebuah hadis berikut ini:

    Dari Siti Aisyah dan Ummu Salamah r.a., bahwa Rasulullah Saw. pernah masih junub di waktu Subuh karena menyetubuhi istrinya. Kemudian beliau mandi dan tetap berpuasa. (Riwayat Bukhari, Kitab Shahih Bukhari, Juz I, halaman 329)
Dalam kitab Shahih Muslim disebutkan pula sebuah hadis di bawah ini:
    Dari Siti Aisyah dan Ummu Salamah r.a, keduanya istri Nabi Saw. Mereka telah berkata, "Sungguh Rasulullah Saw. pada waktu Subuh beliau sedang junub karena jima', bukan karena mimpi pada bulan Ramadhan. Kemudian beliau melanjutkan puasanya." (Riwayat Muslim, kitab Shahih Muslim, Juz I, halaman 449)
Dengan memperhatikan kedua hadis shahih tersebut, teranglah bagi kita: Jika ada orang yang berhubungan suami-istri pada malam hari bulan Ramadhan, tetapi belum mandi hingga datang waktu subuh, maka status hukum puasanya adalah sah.


Diambil dari buku "Umat Bertanya Ulama Menjawab" tulisan dari KH.Drs.Ahmad Dimyathi Badruzzaman, dosen Fakultas Dakwah STIDA Al-Hamidiyah

 

© 2005, Pesantren Al-Hamidiyah - All right reserved