Beranda Pendiri
Profil Sistem Pendidikan Fasilitas Galeri Photo Informasi Buku tamu Kontak Peta Situs

 

25 Do'a
dari
Al Qur'an
 
Kitab Kajian Islam
 
 
:: Mutiara
Al Qur'an
"Orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan sebagian mereka adalah menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh kepada yang makruf dan mencegah yang munkar...
(QS. 9;71)

Al Hadits
Tinggalkanlah apa-apa yang meragukan kamu, kerjakanlah apa yang tidak meragukan kamu
(Turmizi – Nasa’i)

 
 
BUKU TAMU
 

halaman 1 dari 100.

 Kirim Komentar 

Tumbonan | MALANG, 17-10-2014 10:15
Assalamualaikum wr.wb.....

dengan ini kami menawarkan product pemberantas kutu rambut, product ini tebukti sangat ampuh dan aman untuk memberantas kutu dibandingkan dengan merk yang kain. untuk lengkapnya bisa dikunjungi web kami:
www.shampoomadu.web.id
http://obatkutu.blogspot.com/
sekian, wassalamualaikum wr.wb.

Ella | Jakarta, 09-10-2014 03:14
Pertanyaan:
Ke mushola dekat rumah kami suka ada yg minta menginap, bersurban putih dan berbaju serba putih, membawa anak kecil dan ember berisi piring gelas sendok, serta gas elpiji 3kg. apakah salah jika warga keberatan dengan keberadaan mereka karena kalau ada ibu ibu pengajian suka risih, serta dikhawatirkan anak kecil itu ngompol.
mohon pencerahan bagaimana ini seharusnya ?

Erwan Setiawan | Tangsel, 09-05-2014 01:45
Mohon izin untuk memasukan artikel tentang Pesantren Al hamidiyah di Blog saya yang beralamat di
http://pesantrenrafah.blogspot.com/

PT Premiera Nusantara | Jakarta, 03-04-2014 10:07
Dengan Hormat,
Bersama ini kami PT. Premiera Nusantara, yang bergerak dalam bidang Full Service Operator Vending Mesin, ingin mengajukan penawaran kerjasama dalam hal penempatan smart vending mesin di lokasi Pondok Pesantren AL Hamidiyah.

Salam,

Seno Premiera

Toko Buku Toha Putra | Citayam, 10-03-2014 02:48
Assalamaualaikum..Wr.Wb.
Salam Istimewa Buat Antum Semua..
Toko Buku Toha Putra - Citayam.
Penerbit : PT.KARYA TOHA PUTRA SEMARANG-JAKARTA.
Buku Islam,Pelajaran,MI,MTS,MA,KITAB", AL-QUR'AN ,TERJEMAHAN,TAJWID,ATK,DLL.
Jln.Bojong Gede Raya No.31.PABUARAN,
Dekat RS.CITAMA PABUARAN & SOLITE.
Telp : 021-91662565 / 081317351737.
WASSALAMUALAIKUM..TOLONG BANTU SHARE YA..SYUKRON.

PANJI | Depok, 20-02-2014 03:37
BERKAH SHALAWAT; DARJO KULI KASAR YANG UTUH JASADNYA
Minggu, 16 Februari 2014 13:43

Waktu mondok saya mondok di Kedung Paruk Purwokerto. DISANA ADA TUKANG KULI ANGKUT BERNAMA DARJO, PEKERJA KASAR, ADA BERAS YA NGANGKUT BERAS. Biasa setelah salat subuh tidur sebentar jam 7 keluar kerja kepasar. PAK DARJO PEKERJA KASAR WAFAT. SETELAH 9 TAHUN ANAKNYA KEMUDIAN WAFAT. Maksudnya karena tempatnya sempit, ditempat pemakaman itu banyak orang saleh seperti ayahya Mbah Kiai Abdul Malik yaitu Kiai Ilyas.

AKHIRNYA KUBURAN PAK DARJO MAU DIBONGKAR, TERNYATA KAIN KAPANNYA MASIH UTUH, WANGI LUAR BIASA SEPERTI BARU DIMAKAMKAN BEBERAPA JAM.
Setelah kejadian itu saya menghadap ke guru saya Mbah Kiai Abdul Malik. Mbah Kiai Abdul Malik sedang duduk santai didepan rumah, tersenyum melihat kedatangan saya. Tiba-tiba mbah Malik bilang, pie Darjo mayite isih utuh; Darjo mayitnya masih utuh? Belum bicara Mbah Malik sudah menjelaskan. KATA BELIAU, DARJO KUI WONG AHLI SHALAWAT ORA TAHU TINGGAL SHALAWAT, TIAP BENGI DURUNG TURU SADURUNGE MOCO SHALAWAT 16.000. Darjo itu istiqamah tiap malam tidak pernah meninggalkan membaca shalawat, sebelum membaca shalawat 16.000 Darjo tidak akan tidur. Shalawatnya Allahumma shali ala Muhammad, Allahumma Shali ala Muhammad. Lahirnya kuli kasar ternyata Pak Darjo temasuk orang saleh.
Kita yang tidak harus 16.000, minimal 300 saja setiap malam sudah bagus.
SIAPA YANG MEMBACA SHALAWAT TIAP HARI BUAT KELUARGA DAN PUTRA-PUTRINYA TIAP MALAM 300 KALI, INSYA ALLAH PUTRA-PUTRINYA AKAN DIBERKAHI, DAN JIKA NAKAL SENAKAL APAPUN ANAKNYA, PADA WAKTUNYA AKAN MENJADI BAIK. INSYA ALLAH.
Maulana Habib Lutfi bin Yahya berpesan. (Tsi)


Hadi | Depok, 22-01-2014 12:07
"DIBANDING KELUARAN SEKOLAH, ALUMNI PESANTREN DINILAI LEBIH BERPERAN SECARA AKTIF DI MASYARAKAT". Keaktifan mereka bahkan tidak hanya terbatas pada wilayah keagamaan. Mereka bahkan memiliki kesadaran untuk membangun masyarakatnya di sektor perekonomian, sosial, dan juga politik.

Demikian dikatakan Rais Syuriyah PWNU Jateng KH Ubaidullah Shodaqoh dalam halaqah ulama yang menjadi rangkaian acara Rapat Kerja Wilayah pengurus Rabithatul Ma’ahid Islamiyah (RMI) Jawa Tengah di asrama haji Islamic Centre Jawa Tengah, Sabtu (18/1/2014).

Dalam halaqah bertema “PERAN STRATEGIS RMI DALAM PEMBERDAYAAN PESANTREN SALAF”, Kiai Ubaidillah mengatakan, “KIPRAH SOSIAL ALUMNI MENJADI BAGIAN TAK TERPISAHKAN DARI PESANTREN SALAF ITU SENDIRI.”

Ia menyatakan, ketika sampai di rumah etos kerja alumni pesantren jauh lebih baik dari pada alumni sekolah-sekolah. Namun, ia tidak memberikan penilaian mutlak. Menurutnya, alumni pesantren yang aktif itu ialah mereka yang sudah mathon.

Sekurangnya, lanjut Kiai Ubaidillah, mereka sudah khatam dari pesantren tersebut, bukan mereka yang DO (drop out) dari pesantren. Pesantren, menurutnya, hanya memberikan ilmu dasar untuk menjalani kehidupan. Bila sudah lulus dari pesantren, “PASTI PIKIRAN MEREKA KELUAR SENDIRI,” tegas Kiai Ubaidullah sambil menepis anggapan suram kehidupan santri setelah lulus. (Mukhamad Zulfa/Alhafiz K)

Sumber MMN: http://www.muslimedianews.com/2014/01/alumni-pesantren-lebih-aktif-di.html#ixzz2r54x5KHd


Hadi | Bintaro Sektor 3 A, 16-01-2014 01:28
10 Nasehar KH Hasyim Asy'ari Bagi Santri / Penuntut Ilmu

Dalam Kitab-nya Adabul 'Alim wal Muta'allim, KH.M.Hasyim Asy'ari merangkum etika-etika santri atau pelajar sebagaimana berikut:

Pertama, seorang santri hendaknya membersihkan hatinya dari segala hal yang dapat mengotorinya seperti dendam, dengki, keyakinan yang sesat dan perangai yang buruk. Hal itu dimaksudkan agar hati mudah untuk mendapatkan ilmu, menghafalkannya, mengetahui permasalahan-permasalahan yang rumit dan memahaminya.

Kedua, hendaknya memiliki niat yang baik dalam mencari ilmu, yaitu dengan bermaksud mendapatkan ridho Allah, mengamalkan ilmu, menghidupkan syariat Islam, menerangi hati dan mengindahkannya dan mendekatkan diri kepada Allah. Jangan sampai berniat hanya ingin mendapatkan kepentingan duniawi seperti mendapatkan kepemimpinan, pangkat, dan harta atau menyombongkan diri di hadapan orang atau bahkan agar orang lain hormat.

Ketiga, hendaknya segera mempergunakan masa muda dan umurnya untuk memperoleh ilmu, tanpa terpedaya oleh rayuan "menunda-nunda" dan "berangan-angan panjang", sebab setiap detik yang terlewatkan dari umur tidak akan tergantikan. Seorang santri hendaknya memutus sebisanya urusan-urusan yang menyibukkan dan menghalang-halangi sempurnanya belajar dan kuatnya kesungguhan dan keseriusan menghasilkan ilmu, karena semua itu merupakan faktor-faktor penghalang mencari ilmu.

Keempat, menerima sandang pangan apa adanya sebab kesabaran akan ke-serba kekurangan hidup, akan mendatangkan ilmu yang luas, kefokusan hati dari angan-angan yang bermacam-macam dan hikmah hikmah yang terpancar dari sumbernya.

Imam As-Syafi'i Ra berkata, tidak akan bahagia orang yang mencari ilmu disertai tinggi hati dan kemewahan hidup. Tetapi yang berbahagia adalah orang yang mencari ilmu disertai rendah hati, kesulitan hidup dan khidmah pada ulama.

Kelima, pandai membagi waktu dan memanfaatkan sisa umur yang paling berharga itu. Waktu yang paling baik untuk hafalan adalah waktu sahur, untuk pendalaman pagi buta, untuk menulis tengah hari, dan untuk belajar dan mengulangi pelajaran waktu malam. Sedangkan tempat yang paling baik untuk menghafal adalah kamar dan tempat-tempat yang jauh dari gangguan. Tidak baik melakukan hafalan di depan tanaman, tumbuhan, sungai dan tempat yang ramai.

Keenam, makan dan minum sedikit. Kenyang hanya akan mencegah ibadah dan bikin badan berat untuk belajar. Di antara manfaat makan sedikit adalah badan sehat dan tercegah dari penyakit yang di akibatkan oleh banyak makan dan minum, seperti ungkapan syair yang artinya: "Sesungguhnya penyakit yang paling banyak engkau ketahui berasal dari makanan atau minuman."
Hati dikatakan sehat bila bersih dari kesewenang-wenangan dan kesombongan. Dan tidak seorangpun dari para wali, imam dan ulama pilihan memiliki sifat atau disifati atau dipuji dengan banyak makannya. Yang dipuji banyak makannya adalah binatang yang tidak memiliki akal dan hanya dipersiapkan untuk kerja.

Ketujuh, bersikap wara' (mejauhi perkara yang syubhat 'tidak jelas ' halal haramnya) dan berhati-hati dalam segala hal. Memilih barang yang halal seperti makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal dan semua kebutuhan hidup supaya hatinya terang, dan mudah menerima cahaya ilmu dan kemanfaatannya. Hendaknya seorang santri menggunakan hukum-hukum keringanan (rukhsoh) pada tempatnya, yaitu ketika ada kebutuhan dan sebab yang memperbolehkan. Sesungguhnya Allah senang bila hukum rukhsohnya dilakukan, seperti senangnya Allah bila hukum 'azimahnya (hukum sebelum muncul ada sebab rukhsoh) dikerjakan.

Kedelapan, meminimalisir penggunaan makanan yang menjadi penyebab bebalnya otak dan lemahnya panca indera seperti buah apel yang asam, buncis dan cuka. Begitu juga dengan makanan yang dapat memperbanyak dahak (balgham) yang memperlambat kinerja otak dan memperberat tubuh seperti susu dan ikan yang berlebihan. Hendaknya seorang santri menjauhi hal-hal yang menyebabkan lupa seperti makan makanan sisa tikus, membaca tulisan di nisan kuburan, masuk di antara dua unta yang beriringan dan membuang kutu hidup-hidup.

Kesembilan, meminimalisir tidur selama tidak berefek bahaya pada kondisi tubuh dan kecerdasaan otak. Tidak menambah jam tidur dalam sehari semalam lebih dari delapan jam. Boleh kurang dari itu, asalkan kondisi tubuh cukup kuat. Tidak masalah mengistirahatkan tubuh, hati, pikiran dan mata bila telah capek dan terasa lemah dengan pergi bersenang-senang ke tempat-tempat rekreasi sekiranya dengan itu kondisi diri dapat kembali (fresh).

Kesepuluh, meninggalkan pergaulan karena hal itu merupakan hal terpenting yang seyogyanya di lakukan pencari ilmu, terutama pergaulan dengan lain jenis dan ketika pergaulan lebih banyak-main-mainnya dan tidak mendewasakan pikiran. Watak manusia itu seperti pencuri ulung (meniru perilaku orang lain dengan cepat) dan efek pergaulan adalah ketersia-siaan umur tanpa guna dan hilang agama bila bergaul dengan orang yang bukan ahli agama. Jika seorang pelajar butuh orang lain yang bisa dia temani, maka hendaknya dia jadi teman yang baik, kuat agamanya, bertaqwa, wara ', bersih hatinya, banyak kebaikannya, baik harga dirinya (muru'ah), dan tidak banyak bersengketa: bila teman tersebut lupa dia ingatkan dan bila sudah sadar maka dia tolong.

(Diterjemahkan dari kitab "Adabul 'Alim wal Muta' allim" karya KH. M. Asy'ari)

M.Iman Sasraningrat | Bintaro Sektor 4, 15-01-2014 11:39
KISAH NENEK YANG MEMBACAKAN SHALAWAT KEPADA NABI SAW DENGAN SELEMBAR DAUN

DAHULU DI SEBUAH KOTA DI MADURA, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka.Ia menjual bunganya di pasar, berjalan kaki cukup jauh.
Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukan salat Zhuhur.
Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid.

Selembar demi selembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan.
Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu.
Padahal matahari Madura di siang hari sungguh menyengat.
Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya. Banyak pengunjung masjid jatuh iba kepadanya.

Pada suatu hari Takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum perempuan tua itu datang.
Pada hari itu, ia datang dan langsung masuk masjid. Usai salat, ketika ia ingin melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut.
Tidak ada satu pun daun terserak di situ. Ia kembali lagi ke masjid dan menangis dengan keras.

Ia mempertanyakan mengapa daun-daun itu sudah disapukan sebelum kedatangannya. Orang-orang menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya.

“Jika kalian kasihan kepadaku,” kata nenek itu, “Berikan kesempatan kepadaku untuk membersihkannya.”

Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan itu seperti biasa.

Seorang kiai terhormat diminta untuk menanyakan kepada perempuan itu mengapa ia begitu bersemangat membersihkan dedaunan itu.

Perempuan tua itu mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat, pertama, hanya Kiai yang mendengarkan rahasianya, kedua, rahasia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup. Sekarang ia sudah meninggal dunia, dan Anda dapat mendengarkan rahasia itu.

“Saya ini perempuan bodoh, pak Kiai,” tuturnya. “Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya tidak mungkin selamat pada hari akhir tanpa syafaat Kanjeng Nabi Muhammad saw. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu shalawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya mati, saya ingin Kanjeng Nabi menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan shalawat kepadanya.”

Perempuan tua dari kampung itu bukan saja mengungkapkan cinta Rasul dalam bentuknya yang tulus. Ia juga menunjukkan kerendahan hati, kehinaan diri, dan keterbatasan amal dihadapan Allah SWT.
Lebih dari itu, ia juga memiliki kesadaran spiritual yang tinggi. Ia tidak dapat mengandalkan amalnya.

Ia sangat bergantung pada rahmat Allah azzawajallah.

Laa Ilaaha Illallaah Muhammadur Rasulullah.

Berdzikirlah kepada Allah.

Ber-salawatlah kepada Rasul-Nya Rasulullah Saw.

Teruslah begitu hingga berpisahnya Ruh dari raga.




Hadi | Bintaro Sektor 3 A, 15-01-2014 09:07
KEAGUNGAN BAGINDA RASUL NABI MUHAMMAD SAW

Dalam Alqur’an, tidak ada seorang nabi yang dipuji begitu tinggi melebihi Nabi Muhammad SAW.
Dalam satu ayat, Nabi disebut sebagai teladan yang baik (uswah hasanah), yakni tokoh identifikasi atau dalam bahasa sekarang dinamakan role model (QS Al-Ahzab {33}:29).

Dalam ayat yang lain, tidak tanggung –tanggung Allah SWT menyebut Baginda Rasul sebagai manusia dengan pribadi yang benar-benar agung (QS Al-Qolam {68}: 4). Mungkin ada yang bertanya, dari mana keagungan itu dicapai oleh Nabi?.

Keterangan dalam Alqur’an surah Al-An’am bisa menjadi kunci jawabannya. Dalam surah ini, diceritakan nabi-nabi terdahulu, mulai dari Nuh, Ibrahim, Ya’qub, Yusuf, dan lain-lain.
Pendeknya, ada 18 nabi dikemukakan di situ.

Pada ayat ke-90, setelah cerita nabi-nabi itu, lalu Allah menegaskan, “Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka”.(QS Al-An’am {6}: 9).
Para nabi dan rasul itu adalah mereka yang mendapat bimbingan dari Allah.

Mereka dengan keistimewaan masing-masing tak ubahnya bintang-bintang yang menerangi dan mencerahkan alam dan kehidupan. Nabi Muhammad SAW sebagai pamungkas para nabi, diperintahkan oleh Allah agar mengikuti dan meneladani mereka.

“Maka, ikutilah petunjuk mereka,”firman-Nya. Jadi, Baginda Rasul mewarisi kemuliaan dan keistimewaan nabi-nabi terdahulu sehingga membentuk akumulasi keagungan yang benar-benar agung.
Abbas Mahmud Aqqad dalam “‘Alqariyyatu Muhammad “, menilai keagungan Nabi SAW itu benar-benar sempurna karena terjadi dalam segala ukuran, baik menurut ukuran agama, ilmu pengetahuan, maupun ukuran kehalusan rasa dan keluhuran budi pekerti.

Bahkan, keagungan Nabi diakui oleh orang-orang yang berbeda agama. Jadi, keagungan Nabi diafirmasi bukan hanya oleh sahabat dan para pengikutnya, melainkan juga oleh lawan dan orang-orang yang memusuhinya.
Pada bagian akhir bukunya, Aqqad kembali menunjukkan keagungan Baginda Rasul dengan menjelaskan beberapa karakter atau kualitas yang menjadi kekuatannya.

Aqqad menyebutnya “al-thba’i ‘al-Arba” (empat karakter) yang amat menonjol pada diri Nabi SAW, yaitu: Karakter Ibadah; Karakter Berpikir;Karakter Berkomunikasi; dan Karakter Kerja & Berjuang.
Empat Karakter itu diakui Aqqad jarang menyatu pada diri seorang.

Keagungan Nabi tampak nyata dan memperoleh dukungan amat kuat, baik dalam Alqur’an maupun dalam sejarah, sehingga tak seorang pun dapat menyangkalnya. Sampai-sampai filsuf Muslim asal Pakistan, Muhammad Iqbal, pernah berkata, “Orang boleh jadi tidak percaya kepada Tuhan, tetapi ia tak mungkin ingkar kepada keberadaan dan kebesaran Nabi Muhammad SAW” Wallahu a’lam.

halaman: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next 
 

 

© 2005, Pesantren Al-Hamidiyah - All right reserved